Tampilkan postingan dengan label Dunia Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Berita. Tampilkan semua postingan

Tips Menghindari Kejahatan Pembiusan Saat Mudik

Kamis, 01 Agustus 2013 |



Zona Malam - Bagi anda yang akan pulang kampung saat lebaran harap berhati-hati dan harus pintar-pintar menjaga diri dari pelaku-pelaku kejahatan dengan jalan pembiusan. Seketika anda akan tidak sadar dan saat tersadar harta anda bisa raib dibawa kabur penjahat.

Berikut tips Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar supaya anda tidak menjadi korban pembiusan dan hipnotis baik saat mudik atau pun balik.

1. Pemudik sebaiknya jangan lekas percaya kepada orang yang sama sekali yang belum anda kenal.

2. Selama perjalanan pulang ke kampung halaman, pemudik harus banyak dzikir, jangan jalan sendirian, dan saling mengingatkan satu dengan yang lain.

3. Jangan mudah menerima makanan atau minuman kaleng, sebab bisa saja makanan dan minuman itu sudah diracun.

4. Kenali modus-modus pelaku pembiusan. Pelaku biasanya beraksi di tempat yang ramai pemudik. Modus operandinya berpura-pura mengajak bicara. Setelah merasa akrab, pelaku biasanya menawarkan minuman kaleng atau makanan yang sudah diberi obat tidur. Setelah anda meminumnya, anda akan tidak sadarkan diri, lalu harta anda akan dibawa lari pelaku.

5. Bila ada masyarakat yang mengetahui korban pembiusan, segeralah laporkan ke kantor polisi atau ke posko keamanan terdekat. Menurut, Baharudin pelaku pembiusan dan hipnotis merupakan pemain lama yang biasa beraksi. Jadi modusnya sebenarnya sudah bisa diketahu.

“Tapi tidak tertutup kemungkinan pula, wajah-wajah pelaku baru bermunculan. Untuk bisa mengetahuinya, tentu para pelaku pembiusan harus ditangkap lebih dulu,” jelas Baharudin.

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus kejahatan denga cara membius korban terakhir kali terjadi di Tanjung Priok. Dua orang kuli yang hendak mudik ke Indramayu tak sadarkan diri setelah meminum kopi yang dicampur obat tidur oleh pelakunya.

 
JANGAN LUPA DI LIKE YA NDAN

Klub Seks Bebas Seorang Profesor ( Heboh ! )

Jumat, 07 Juni 2013 |


Seorang profesor universitas di China dipenjara 3,5 tahun setelah mengorganisasi sebuah klub gonta-ganti pasangan dan menyelenggarakan pesta orgy di apartemennya.

Pengadilan Distrik Qinhuai di sebelah timur Kota Nanjing setelah melalui proses pengadilan sebulan mengatakan, Ma Yaohai (53), nama si profesor, dihukum karena keterlibatannya dalam pesta kelompok seks yang dinilai tidak bermoral.

Ma ditangkap dan didakwa bersama 21 orang lainnya tahun lalu. Ia dan kelompoknya merupakan orang pertama yang didakwa berdasarkan sebuah undang-undang yang terbit tahun 1997. Namun, hanya Ma yang dinyatakan bersalah dan diganjar hukuman penjara. Para terdakwa lainnya hanya dikenai hukuman percobaan.

"Saya tak bersalah dan dakwaan menyelenggarakan (pesta) kelompok tak bermoral merupakan suatu kekonyolan," kata Ma, seorang profesor ilmu komputer di Nanjing University of Technology sebagaimana dikutip Telegraph.

"Saya tidak melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain. Saya tidak memaksa orang. Mengapa semua orang berfokus kepada saya?" katanya di depan sidang pengadilan.

Pada sidang pengadilan hari pertama ia mengatakan, "Bagaimana bisa saya dianggap mengganggu tatanan sosial? Apa yang terjadi di rumah saya adalah urusan pribadi saya."

Kasus tersebut, dengan rinciannya yang menyedot perhatian, membelah opini warga China terkait kebebasan seksual yang sedang bertumbuh di negara itu. Prostitusi dan hubungan seks di luar nikah telah meluas di China dan banyak orang yang bersimpati atas nasib Ma.

Media berfokus pada rincian yang menyeramkan, mencatat bahwa ruang obrolan di internet yang diatur Ma disebut "Travelling Couples", nama login pribadinya "bighornyfire", dan bahwa pesta seks kadang-kadang diadakan di apartemen yang kecil, tempat Ma tinggal bersama ibunya yang menderita penyakit alzheimer.

Ma, yang telah bercerai dua kali, menjadi tertarik pada praktik gonta-ganti pasangan tahun 2003 setelah bercerai dengan pasangannya yang kedua. Menurut pengacaranya, dia membentuk kelompok online sendiri tahun 2007. Ia berhasil menarik sekitar 200 anggota dan mengorganisasi kegiatan sebanyak 35 kali antara tahun 2007 dan 2009. Ma sendiri berpartisipasi dalam 18 sesi.

Sebanyak 14 pria dan 8 perempuan ditangkap tahun lalu. Mereka merupakan karyawan kantoran dan para pekerja kasar. Pengacara Ma, Yao Yong'an, mengatakan, kliennya berencana mengajukan banding. "Ini jelas bukan kasus yang adil. Hal ini tidak berdasarkan hukum," katanya.

Jangan lupa di like gan....

Browse» Zonamalam » Dunia Berita >> Gosip >>Jangan Godain Istri Orang di Facebook


ilustrasi
Gara-gara mengganggu istri orang lewat jejaring social Facebook, Mulyadi (49), babak belur digebuki oleh sang suami dan teman-temannya.

Berawal dari keisengan Mulyadi untuk berteman dengan wanita yang diketahui bernama Yeni di Facebook. Suami Yeni, Richard (44), kesal dan marah karena sang istri tercinta dirayu oleh laki-laki lain.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP M Firman. Menurutnya, pengkeroyokan tersebut berlangsung di Taman Suropati Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Rabu 17 Agustus malam lalu.

“Benar, kejadiannya pada pukul 21.30 WIB, dia merayu-rayu istri pelaku lewat Facebook. Suaminya tidak terima atas kelakuan Mulyadi, karena tidak sekali dia merayu istrinya dan dijebak oleh sang suami diajakin ketemuan di taman.

Sampai saat ini, Richard serta temannya sudah diamankan di Polres Jakarta Pusat dan masih mencari para pelaku lainnya. “Baru dua orang kita amankan, mereka kita tangkap di Gondangdia dan masih mencari tiga orang lagi dan identitasnya sudah kita ketahui,” tambahnya.

Atas kejadian ini, Mulyadi mengalami luka di beberapa tubuhnya serta mendapatkan satu tikaman dari para pelaku. “Lukanya di dada dan kaki serta bokong yang kiri ditusuk oleh para pelaku, sekarang dirawat di Rumah Sakit PGI Cikini,” tandasnya.
(teb)

Julia Perez: Gaston Cowok Romantis

Kamis, 02 Februari 2012 |


Julia Perez mengungkapkan bahwa saat dilamar, Gaston Castano memberikannya sebuah hadiah khusus yang mana hanya dia dan Gaston saja yang tahu. Menurut Jupe hadiah tersebut mempunyai simbol tersendiri.

"Dilamar, dikasih hadiah aku, tapi enggak boleh dikasih tahu. Itu ada simbolnya, pokoknya yang tahu aku dan dia saja kalau aku sama dia buka baju," ujar Jupe sambil tersenyum.

Di mata Jupe, Gaston adalah cowok romantis. Menurut Jupe keromantisan Gaston lah yang membuatnya jatuh cinta.

"Dia romantis banget, dia laki-laki yang membuat gue sebut nama dia saja gue senyum dan bahagia, ini kali ya yang bikin aku jatuh cinta," paparnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta, Selasa (19/7).

Meski banyak perbedaan, bagi Jupe hal tersebut yang membuat hubungan mereka seru."Karena justru beda itu malah bikin asyik, kalau sama saja enggak ada tantangan, dia itu lelaki yang penuh tantangan setiap hari," pungkasnya.

Kisah para ratu heroin, menghitung hari di balik jeruji

Sabtu, 14 Januari 2012 |



Cherry Ann

Cherry Ann tampak sedih saat duduk di kursi terdakwa pagi itu, Selasa (16/8/2011) lalu. Perempuan berambut panjang itu tinggal menunggu hari saat nasibnya di balik jeruji diputuskan pekan depan.

Sejak ditangkap oleh petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Surakarta pada awal April lalu, ia menjadi tahanan di rumah tahanan (Rutan) kelas II B Boyolali.

Seketika air matanya mengalir saat mendengar jaksa penuntut umum (JPU) tetap pada dakwaannya. Tangis itu pun bukan yang pertama. Pekan sebelumnya ia menangis tersedu-sedu ketika mengetahui dirinya dituntut hukuman penjara selama 20 tahun dan denda Rp 8 miliar akibat perbuatannya.

Setiap kali mengikuti sidang, ia berdandan sangat minimalis. Ia hanya memakai bedak, memoles bibirnya dengan lipstik dan menggunakan eye shadow.

Selain itu, Cherry selalu mengenakan hem warna putih dipadu dengan celana jins serta dihiasi dua buah gelang di kedua tangannya. Kali pertama ketika sidangnya digelar ia selalu menutupi wajahnya dengan tangan. Ia tak ingin para wartawan mengambil fotonya. Namun, lambat laun kedekatan itu terbangun dengan sendirinya antara perempuan berambut panjang itu dengan para pewarta.

“Saya benar tidak tahu heroin itu milik siapa. Saya minta maaf karena ketidaktahuan saya dimanfaatkan teman. Saya mohon ampun atas kesalahan saya membawa barang haram itu ke Indonesia,” ujarnya pada sidang terakhir sebelum vonis. Terpampang jelas di depan matanya hukuman yang akan dijatuhkan kepada perempuan 26 tahun itu.

Cherry cukup mudah bergaul dengan tahanan lainnya. Meskipun berasal dari Filipina, ia sedikit demi sedikit paham dan bisa berbahasa Indonesia. Bahkan, ia terlihat akrab dengan tahanan lain. Sesekali ia tahu sepatah dua patah kata dalam bahasa Jawa macam matur nuwun.

“Saya tidak punya pacar di penjara. Saya tidak ingin apa-apa, hanya ingin pulang ke Filipina,” ujarnya malu-malu saat ditanya tentang hubungan asmaranya dengan sesama tahanan. Ia berkelit dan selalu terlihat malu jika dicecar soal pribadinya.

Selama terjerat kasus di Indonesia ia hanya bisa berhubungan dengan sang kakak di Filipina. Berasal dari keluarga yang miskin, familinya tidak mampu menjenguknya ke Rutan di Boyolali. Mereka juga tidak mempunyai cukup uang.

“Saya tidak tahu. Saya hanya ingin bebas. Saya janji akan memulai hidup baru dan tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Saya tidak pernah tersangkut kasus kejahatan apapun,” katanya.

Di dalam bui ia menghabiskan sekitar empat bulan dengan kegiatan-kegiatan ringan. Bahkan, ia lebih banyak tiduran atau sekadar bercanda dan berkelakar dengan tahanan lainnya.


Christina Aritonang

Berbeda halnya dengan Christina Aritonang, warga negara Indonesia yang kedapatan membawa serbuk heroin seberat 1.496 gram pada pertengahan Mei lalu. Perempuan kelahiran Tarutung ini mengaku santai saja menjalani hari-harinya di balik jeruji. Ia lebih memasrahkan diri pada Tuhan atas apa yang tengah dialaminya dengan banyak berdoa.

“Saya tidak pernah takut pada siapapun. Biarkan mengalir saja apa adanya. Saya hanya takut pada Tuhan,” ungkapnya.

Perempuan 51 tahun itu kesehatannya menurun akibat stres yang menderanya. Warga Kubu Raya, Kalimantan Timur ini percaya tidak ada yang mustahil di dunia kalau Tuhan menghendaki.

Setidaknya telah kali kelima keluarganya menjenguknya di Rutan. Sebelum masuk bui, Christina mengaku punya usaha konveksi di tempat tinggalnya. Usaha konveksi yang dijalankannya ini ia jalankan dengan tiga karyawan.

Akan tetapi, sejak ibu dua anak ini terjegal kasus heroin di Boyolali praktis usahanya terhenti.

Selama persidangan, perempuan berkaca mata ini tak banyak bicara. Ia lebih banyak diam dan mengikuti agenda sidang demi sidang. Ia ditangkap karena kasus penyelundupan heroin bersama dua terdakwa lainnya yang menyuruhnya membawa barang haram itu, Inna Lakat dan Eric Adjid.

Seperti halnya Cherry Ann, Christina mengaku tidak pernah terlibat dalam kasus hukum apapun. “Pikiran jadi stres jadi badan kurang sehat. Saya hanya banyak berdoa kepada Tuhan agar semua dapat berlalu,” katanya.

Emosi berubah


Tran Thi Bich Hanh

Dibandingkan dengan kedua terdakwa, terdakwa penyelundupan sabu-sabu seberat 1.104 gram asal Vietnam, Tran Thi Bich Hanh berpenampilan paling nyentrik. Rambutnya sebahu berwarna pirang ditambah dengan dandannya yang cukup tebal. Selain itu, emosinya mudah sekali berubah.

Di dalam Rutan, ia tipe pemilih. Berbeda dengan Cherry yang mudah bergaul dengan tahanan lainnya.

Perempuan yang akrab dipanggil Bi Han ini tak terlalu peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Emosinya cepat sekali naik turun. Pada persidangan perdananya yang digelar Kamis (18/8/2011), ia mendadak menangis. Hal ini juga ia lakukan saat diperiksa ulang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali beberapa waktu lalu.

“Saya tidak mau bicara apapun. Besok jika saya sudah keluar dari sini saya akan operasi plastik. Biar kalian semua tidak mengenali saya. Silakan ambil foto dan expose agar teman-teman saya tahu saya sedang ada masalah di sini,” tuturnya.

Tingkahnya yang aneh tidak berhenti begitu saja. Setiap makan, ia ingin disediakan keju. Ia berdalih tidak terbiasa dengan makanan di sini macam sayur kangkung ataupun lainnya.

Selain itu, rokok tak pernah lepas dari tangannya kecuali saat tidak diperbolehkan seperti di dalam penjara. Bahkan, ia tahu rokok yang mahal dan enak dengan yang tidak.

Sejak di Kejari hingga di PN ia bersikeras minta didampingi penerjemah berbahasa Vietnam. Bi Han berdalih tidak bisa bahasa Indonesia ataupun Inggris dengan baik. Oleh karena itu, ia minta native speaker agar mengetahui maksudnya. Perempuan kelahiran tahun 1977 ini kerap kali tak mau bicara.

Hal itu juga yang dilakukannya saat sidang perdana Kamis lalu. Bi Han hanya menangis tersedu-sedu di depan majelis hakim. “Saya ingin cepat keluar. Saya tidak tahu apa-apa,” tegasnya.

Ketiga terdakwa kasus Narkoba ini kini tengah menunggu kasusnya bergulir di persidangan. Bagi Cherry, ia hanya tinggal menghitung hari hingga pekan depan saat agenda vonis akan dijatuhkan padanya.

Sementara Christina dan kawan-kawan, kasusnya tetap berjalan karena eksepsinya ditolak majelis hakim.
Sedangkan kasus Bi Han masih panjang. Kasusnya baru disidangkan perdana di PN Boyolali. Ketiganya menempati blok yang sama di Rutan. Mereka pun mulai saling kenal saat berada di balik jeruji bersama-sama.
 

P3rkawinan m4ss4l l3sbi4n di Taiwan

Rabu, 11 Januari 2012 |




Taiwan kini semakin terbuka memandang hubungan sesama jenis di negeri itu.

Sebanyak 80 pasangan lesbian melaksanakan pernikahan dalam pernikahan lesbian terbesar di Taiwan, Minggu (21/8).

Penyelenggara acara ini berharap kegiatan pernikahan massal ini akan mendorong pemerintah negeri pulau itu melegalkan perkawinan sejenis.
"Saya berharap pemerintah Taiwan segera melegalkan pernikahan sesama jenis kelamin," kata salah satu peserta, Celine Chen, 32, seorang penata gaya.
Celine dan pasangannya berencana berbulan madu di New York setelah mereka resmi menikah.
Dan meskipun pernikahan sesama jenis ilegal secara hukum di Taiwan namun acara itu berjalan lancar tanpa adanya protes warga atau intervensi polisi.
Sebagian besar pasangan, mengenakan gaun berwarna putih dan penutup wajah dalam tema pesta "Pernikahan Barbie dan Barbie" itu.

Tidak nyata
Acara yang dihelat di pusat kota Taipei itu menarik perhatian setidaknya 1.000 pengunjung selain keluarga dan teman-teman para pasangan pengantin.
Para pasangan saling berciuman, berpelukan dan berfoto bersama setelah menerima sertifikat pernikahan dari penyelenggara acara.

Sertifikat itu berisi sebuah pernyataan para mempelai kini telah disatukan dalam sebuah "perkawinan suci".

Puncak acara itu adalah saat-saat para pasangan saling memasangkan cincin dan mengucapkan "Saya terima" yang diikuti tepuk tangan para hadirin.
Namun, sebagian pasangan menyadari bahwa pernikahan itu sebenarnya sama sekali tidak diakui.
"Pesta pernikahannya menyenangkan namun ini sama sekali tidak nyata," kata Coral Huang yang sudah hidup bersama pasangannya selama delapan tahun.
"Mendapatkan sertifikat pernikahan yang asli sangat berarti bagi kami, karena itu berarti kami diakui dan diterima," tambah Coral.

Makin terbuka
Taiwan kini semakin terbuka memandang populasi homoseksual di negeri pulau itu. Dan, aktivis gay Taiwan mengatakan tahun lalu negeri itu menjadi tuan rumah parade gay terbesar di Asia yang diikuti sekitar 30.000 peserta.
Dalam sebuah jajak pendapat yang digelar tahun 2008 oleh Program Survey Sosial Internasional, 17,5% warga Taiwan menganggap menjadi gay sama sekali tidak salah.
Namun, 32,3% warga masih menganggap menjadi gay adalah salah. Angka ini lebih rendah dibanding di Amerika Serikat namun sedikit lebih tinggi ketimbang di Jepang atau Filipina.
Pada 2003 lalu, pemerintah Taiwan merancang sebuah undang-undang kontroversial yang akan melegalkan pernikahan sejenis dan mengizinkan pasangan homoseksual mengadopsi anak.
Ini adalah rancangan undang-undang soal hak-hak kelompok homoseksual pertama di Asia.
Tetapi, Presiden Ma Ying-jeou mengatakan diperlukan konsensus publik sebelum pemerintah bisa meningkatkan rancangan itu sebagai sebuah undang-undang.
(bbc/bbc) 
JANGAN LUPA DI LIKE YA NDAN

Rihanna Kumpul Kebo dengan Pacar Baru

Sabtu, 15 Oktober 2011 |


LOS ANGELES - Rihanna dan pacar barunya, Drake, berencana tinggal serumah. Drake serius mencintai penyanyi yang melejit lewat tembang Umbrella itu.

"Drake memberi tahu Rihanna betapa dia mencintainya. Drake menginginkan Rihanna tinggal di rumahnya. Rihanna tertarik dengan ide itu. Rihanna bahkan telah memberi tahu temannya akan serumah dengan Drake. Mereka sepakat ingin menjalani hubungan serius," ungkap sumber yang dilansir Showbizspy, Rabu (20/7/2011).

Rihanna tampak telah melupakan mantan pacar Matt Kemp. Sebelum dengan Drake pun, Rihanna sempat digosipkan pacaran dengan Colin Farrell dan Usher. Namun kini dengan Drake, Rihanna seolah menemukan kebahagiaan seutuhnya.

"Setiap hari Rihanna selalu membicarakan Drake. Semua yang kenal Rihanna menarik napas lega,"
Rihanna dan penyanyi rap itu tertangkap berciuman di klub malam Buonanotte di Montreal, Kanada, bulan lalu.
Perempuan 23 tahun itu sebelumnya mengatakan, pernah memiliki hubungan asmara singkat pada 2009 dengan Drake, tetapi tidak berhasil karena Rihanna terlalu rapuh secara emosional setelah diserang oleh mantan kekasihnya Chris Brown pada Februari tahun yang sama.
, tapi kami tidak bisa berhubungan lebih jauh. Saat itu merupakan momen paling rapuh dalam hidupku. Jadi aku hanya tidak ingin terlalu serius dengan sesuatu atau seseorang pada waktu itu," ucap Rihanna.

4 Gadis Dijual Rp 1,5 Juta Jadi PSK

Kamis, 13 Oktober 2011 |



Beberapa bulan ini, kasus penjualan perempuan di wilayah Malang, Jawa Timur, terbilang marak. Setelah terjadi di Kabupaten Malang, kini kasus tersebut terjadi di Kota Batu. Empat gadis ditemukan sudah siap dijual ke wilayah Tretes, Kabupaten Pasuruan, yang memang selama ini dikenal sebagai "rumah" bagi para PSK.

Beruntung, sebelum dibawa ke Tretes, anggota Mapolres Batu berhasil menggagalkan rencana itu di wilayah Desa Beji, Kota Batu, Rabu (20/7/2011). Menurut keterangan dari Kepala Polres Batu AKBP Gatot Sugeng Susanto, penangkapan berhasil dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar lokasi. "Ada laporan kalau ada empat gadis yang siap dijual ke Tretes," katanya.

Satu gadis berasal dari Desa Beji, Kota Batu, dua gadis lagi dari Kota Malang, dan Satu gadis lainnya berasal dari wilayah Donggala, Sulawesi Tengah. "Penyalurnya dua pelaku, yakni Masda (30) warga Pandaan dan Sutik (57) warga Tretes Pandaan, Pasuruan. Polisi juga berhasil membekuk seseorang pengepul atas nama Hari (40), warga Jabung, Kabupaten Malang," urainya.

Menurut Kapolres, Hari bertindak sebagai penghubung ke wilayah Tretes, yang digawangi Masda dan Sutik. "Yang akan mengambil empat gadis itu adalah Masda. Sutik tidak ikut, menunggu di Tretes," katanya.

Ia menerangkan, Masda dan Hari sudah membuat kesepakatan harga. "Masing-masing gadis dijual oleh Hari seharga Rp 1,5 juta," kata Kapolres. Untungnya, sebelum Masda sampai di Kota Batu, polisi sudah membekuk Hari dan mengamankan empat gadis tersebut. "Saat di lokasi, anggota kami berhasil menemukan barang bukti berupa handphone, uang sebesar Rp 200.000, sekaligus empat gadis tersebut," kata Kapolres.

Saat ini, Masda dan Hari serta empat gadis itu masih diamankan di Mapolresta Batu untuk pemeriksaan. "Apa yang dilakukan Hari dan Masda serta Sutik itu jelas sudah melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang," katanya. "Ancamannya di atas 8 tahun," sambungnya.

Kepergok Selingkuh, PNS Ini Malah Aniaya Istri

Selasa, 13 September 2011 |

Browse» Zonamalam » Dunia Gosip >> Dunia Asmara >> Kepergok Selingkuh, PNS



BATAM - Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Inspektorat Kota Batam berinisial RT, dilaporkan oleh istrinya ke polisi karena ketahuan selingkuh dan menganiaya pelapor.

Istri RT, Moudy, melaporkan suaminya ke Polresta Barelang dengan tuduhan perzinahan dan penganiayaan. Dikatakan Moudy, dia dipukul suaminya ketika memergoki RT sedang bermesraan dengan wanita lain di sebuah rumah di Perumahan Taman Kota, Baloi, Jumat 19 Agustus 2011 kemarin.

Selain melakukan penganiayaan terhadap dirinya, RT sudah hampir tiga bulan terakhir tidak menafkahi dia dan keempat anak mereka. Bahkan RT bermaksud mengusir keluar Moudy dan empat anaknya, lalu menikahi selingkuhannya itu.

"Pelaku dilaporkan istrinya tadi pagi. Sebelumnya kasus ini pernah dilaporkan di Polsek Sekupang tapi berakhir damai," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang Aiptu Puji Hastuti kepada wartawan, Sabtu (20/8/2011).

Puji menambahkan, karena pelaku mengulangi perbuatannya dan bahkan melakukan pemukulan terhadap korban, maka korban kembali melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Barelang.

Selain itu, korban juga bermaksud melaporkan kasus ini ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota Batam. "Korban memberikan laporan, kami akan menindaklanjuti kasusnya," ujar Puji.

Kasus ini menambah rentetan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan PNS di Kota Batam. Sebelumnya, mantan Camat Batam Kota Asril, pernah dilaporkan istrinya karena menelantarkan istri dan keluarganya, dan kini kasusnya telah selesai.

3 Siswi SMP Pesta Seks dengan 7 Pria !

Senin, 25 Juli 2011 |

Sepuluh remaja pria dan wanita, 3 di antaranya masih berstatus siswi sebuah SMP swasta di Wonosari, digerebek warga saat berada di rumah kosong di Desa Mulo, Wonosarik Sabtu (9/4/2011) malam. Kuat dugaan, mereka melakukan pesta seks dan minuman keras karena di lokasi tersebut warga menemukan sejumlah pakaian dalam dan sejumlah botol miras milik para pelaku.
Menurut Kepala Dukuh Mulo, Wasiran, peristiwa ini diketahui setelah muncul kecurigaan masyarakat sekitar terhadap aktivitas di sebuah rumah kosong. Beberapa orang berpasangan yang menggunakan motor mendatangi rumah itu. Warga kemudian melakukan pengintaian hingga berakhir pada penggerebekan.
"Saat digerebek, rumah tersebut dalam keadaan gelap tanpa lampu dan didapati ada 10 remaja, yang 3 di antaranya perempuan. Mereka kami diserahkan ke Polsek Wonosari,"
Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Gunung Kidul, AKP Widy Saputro, mengatakan, ke-10 remaja termasuk tiga siswi SMP tersebut sudah dimintai keterangan. Meski belum ada satu pun yang ditahan, mereka dikenakan wajib lapor.
"Jika ternyata dari hasil pemeriksaan mereka benar melakukan perbuatan cabul, akan kami usut tuntas. Terlebih ada keterlibatan siswi SMP yang masih di bawah umur, mereka akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) Nomor 23 Tahun 2002," imbuhnya.
Ke-10 remaja yang diamankan polisi tersebut masing-masing Tri (20), Sjw (20), Ekw (20), Jam (20), Den (20), semuanya warga Mulo, Wonosari, And (19), warga Pracimantoro Wonogiri, Jawa Tengah, Ngat (20), warga Mulo. Sedangkan ketiga siswi SMP tersebut adalah Dik (16), warga Pulutan Wonosari, Brg (15), warga Jeruksari, Wonosari, dan gadis Cik (15), warga Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari. Kompas

Jangan lupa di like gan....

Susah ereksi dan ukuran penis anda tidak memuaskan? disini solusinya.. follow twitter @UpgradePenis -> https://twitter.com/UpgradePenis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

"Bagaimana Mengubah Modal Rp 350.000,- Menjadi Penghasilan Rutin Rp 75 Juta/Bulan dari Bisnis Sederhana di Internet?" info lengkap Klik disini!

E-book Download "Tehnik Arab-Sudan Untuk Memperbesar Penis + Menambah Ereksi KERAS & KUAT + ML Tahan Lama" klik disini untuk download atau klik webnya disini!

"Anda Dapat Bertambah Tinggi 2 cm s/d 10 cm Dalam Waktu 4 Bulan" Caranya? download ebooknya disini atau Klik disini!

Download Ebook "SOLUSI SOAL CINTA: BUATLAH WANITA JATUH CINTA KEPADA ANDA, Cara Memikat Wanita Idaman" klik disini untuk download atau klik webnya disini

Arsip Blog

Search This Blog