Tampilkan postingan dengan label Dunia Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Malam. Tampilkan semua postingan

Dewi Persik Ingin Operasi Organ Intim

Jumat, 20 Mei 2011 |

Menebar sensasi. Itulah gambaran penyanyi dangdut bertubuh sintal Dewi Persik. Setelah beberapa waktu lalu mengaku menjalani operasi plastik pada bagian wajah agar lebih sensual, kini janda Saiful Jamil bertekad mengoperasi organ intimnya agar kembali seperti perawan.

“Iya aku memang ada pikiran ke sana. Mumpung belum punya suami,” kata Dewi seperi dikutip tayangan Hot Shot di SCTV, Jumat (28/5).

Dewi terus mengubar sensasi lain seputar kehidupan pribadinya. Bukan cuma soal rencana operasi, tapi juga perilakunya di “ranjang”. Serta, harapan-harapan atas sensasinya itu.

“Aku mau operasi bagian, maaf, organ kemaluan aku, supaya kembali menjadi perawan dan itu khusus buat suami. Aku kan suka sensasi dalam hubungan seks. Jadi ingin memberikan kepuasan buat pasangan saya nantinya,” aku kelahiran 18 Desember 1985 itu.

Orang boleh terkejut atas sensasi Dewi. Termasuk, seluruh pernyataan-pernyataan yang masih dianggap tabu. Seperti biasa, Dewi cuek dan sama sekali tidak merasa risi.

“Lho, kenapa risi? Jangan salah, justru kita dengan begitu memberikan sesuatu yang indah buat suami. Sebab pelayanan dan kepuasan untuk suami itu nomor satu,” kata Dewi.

Kembali ke soal rencana Dewi untuk “memodifikasi onderdil”nya, bisa jadi akan memancing pertanyaan bahwa pedangdut dengan goyang gergaji itu sudah memiliki calon suami. Kali ini, Dewi membantahnya.

“Nggak kok, aku belum punya pacar. Aku masih jomblo (single), soalnya saya masih enak begini. Dan saya tidak mau mencari laki-laki, biar laki-laki saja yang mencari saya,” tutur Dewi. Wow, keren!

Tak berjejak (gadis malam)

Senin, 16 Mei 2011 |



Tak perlu lagi kumengharapkanmu, sebab kau menghilang ditengah kerinduanku: menghapus jejak bagi telusurku.

Kuharus melepaskanmu: melupakanmu. Merelakanmu sebagai cerita selintas yang lenyap dibergantinya hari.

Aku, kamu: kita. Tak pernah terberai karena tak pernah menyatu. Kisah berakhir bersama datangnya pagi: gadis malam.

Mengenal Orientasi Seksual Remaja Puteri 18 Mei 2005 12:38

Senin, 02 Mei 2011 |

Setelah menerbitkan dan meluncurkan novel Sepasang Remaja Lesbian Di Persimpangan Jalan, saya menerima banyak pertanyaan apakah cerita itu diangkat dari kisah nyata atau hanya fiksi belaka.
Sebenarnya saya hampir lupa dari mana saya mulai terinspirasi, sampai seorang pembaca di Jakarta ingin menjadikan novel ini sebagai bahan skripsi, saya terpaksa mengingat-ingat kembali.
Memang selain terinspirasi oleh kehidupan nyata beberapa teman saya sangat terbantu dengan riset yang dilakukan Saudara Poedjiati Tan. Dari beliaulah saya mengetahui banyak tentang kehidupan remaja lesbi, sisi-sisi kejiwaan, perjuangan, dan lika-liku kehidupan mereka. Dan pengetahuan inilah yang memberi nafas kepada tokoh-tokoh lesbi di dalam novel saya itu. Hasil risetnya itu kini telah diterbitkan sebagai buku saku.
Berikut ini adalah komentar seperti dapat ditemukan di sampul belakang buku ini;
Saya yakin buku ini akan memberikan sedikit ketenangan kepada orangtua yang anaknya ternyata lesbi, mungkin juga kepada para lesbi sendiri. Sudah tidak zamannya lagi orangtua maupun lesbi seperti burung onta membenamkan kepalanya di pasir tidak mau tahu keadaan sekitar. Dengan begitu sedikit makin baiklah kehidupan kemanusiaan kita. Semoga!
Dédé Oetomo, PhD
• Pendiri dan Anggota Dewan Pembina, Yayasan GAYa NUSANTARA
• Dosen Tetap Khusus, Program Pascasarjana, Universitas Surabaya
“Tidak mudah menghadapi kenyataan bahwa seseorang mengalami orientasi seksual yang berbeda dengan kebanyakan masyarakat.  Deteksi dini  orientasi seksual lesbian ini secara sederhana diuraikan penulis dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam. Buku ini juga memberi perspektif sikap yang perlu dikembangkan orangtua agar tidak terjebak pada konflik berkepanjangan bila menghadapi kenyataan bahwa anak yang dilahirkan memiliki orientasi seksual lesbian”Dra. Ratna Eliyawati, Msi Dosen & Praktisi Psikologi.
Orang tua manapun akan berharap anak-anak mereka menjadi orang yang paling baik menurut ukuran mereka sendiri dan juga ukuran masyarakat pada umumnya. Dapat dipastikan bahwa tidak ada orang tua yang akan berharap melahirkan anak dengan orientasi homoseksual. Jika anaknya laki-laki mereka ingin dia menjadi pria yang gagah, dan kelak menjadi penerus garis keturunan. Demikian pula halnya jika anaknya perempuan, mereka berharap dia menjadi wanita yang cantik-jelita luar dalam, dan kelak mendapatkan suami yang baik. Bagaimana dengan orang tua yang tidak seberuntung itu? Puterinya ternyata seorang lesbi? Apakah semua harapannya harus sirna? Tindakan apa yang harus mereka ambil jika dihadapkan pada situasi demikian? Dalam buku ini Poedjiati Tan mengajak kita memahami apa itu lesbian, dan bagaimana orang tua dapat bertindak secara bijaksana menghadapi anaknya yang lesbian. 
Ernest J. K Wen
Editor
Buku ini wajib dibaca karena tidak saja mengungkapkan dunia lesbian remaja secara menarik tapi juga berisi tip-tip yang bermanfaat buat para orangtua dan pendidik, contohnya saya kutip seperti berikut ini:
Sejauh ini kita sudah membahas banyak hal mengenai lesbian, mungkin sudah saatnya Anda mengetahui apa yang dapat diperbuat orang tua yang mempunyai anak perempuan berorientasi seksual lesbian demi masa depan dan kebahagiaan sang anak. 

Main dengan anak majikan, cerita bokep

Sabtu, 16 April 2011 |

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Temui aku di Hotel H kamar 315,

Minggu, 10 April 2011 |

Temui aku di Hotel H kamar 315, tapi sebelumnya telp dulu ya Dik Sakti, siapa tahu Mbak Ratna sedang keluar sebentar..." begitulah pembicaraan yang singkat yang maknanya dapat aku pahami dengan cepat. Oh ya, Mbak Ratna sudah mengenalku kurang lebih setengah tahun, tapi selama setengah tahun tersebut, kami hanya sebatas berteman, karena perbedaan tempat yang cukup jauh, aku di kota S sedang Mbak Ratna di kota J. Dia mengenalku dari Mbak Vian, ya semoga pembaca masih ingat dengan kisahku di "Gelora Di Kolam Renang". Tapi aku tidak tahu apa hubungan antara Mbak Vian dengan Mbak Ratna, menurut Mbak Vian sih hanya teman dari "milist groups" (aku lupa namanya), di situ Mbak Vian cerita tentang hubunganku dengannya. Dan Mbak Ratna minta bagaimana agar bisa dikenalkan denganku.

Singkatnya, pertemanan setengah tahun berjalan sebatas kirim e-mail dan telepon, tapi tentu saja dia yang telepon duluan. Mbak Ratna adalah janda beranak 2, dia bekerja di bidang Public Service sebuah perusahaan finance di kota J, tidak jelas bagaimana ia menjanda, yang pasti mantan suaminya orang melayu. Dari yang kubayangkan selama ini lewat pembicaraan telepon, fisiknya sedang-sedang saja, hanya suaranya, ya.. suaranya yang aku ingat selalu, berat dan serak, mungkin karena dia perokok berat.

Berbekal uang recehan, aku datang ke hotel H, dan melalui public phone, aku telepon ke kamar 315. Cukup lama nada dering telepon aku dengar dan tidak ada yang mengangkat, tiba-tiba...
"Halo..." lho kok suara laki-laki? pikirku.
"Maaf Mbak Ratna ada?"
"Sebentar, dari siapa ini?"
"Sakti, saya sudah janji untuk bertemu sore ini,"
"Tante, ada orang namanya Sakti, katanya mau ketemu..."
Terdengar suara mengeras memanggil nama Ratna. Tante? Siapakah gerangan laki-laki ini?
"Ya Dik Sakti, aduh maaf Tante masih terima Hand Phone dari teman di J, langsung aja deh naik."

Begitu pintu terbuka, aku kaget, ternyata bayanganku tentang Mbak Ratna meleset seratus persen! Umurnya 37 tahun, sedang aku saat itu masih 25 tahun, kulitnya coklat, tidak cantik, cenderung gemuk tinggi tubuhnya yang 160 cm dengan berat 75 kg.

"Wah maaf ya, kenalin ini saudara Mbak di S, namanya Andi, dia anak dari kakak Mbak yang paling tua, kebetulan sedang kuliah di sini ambil jurusan... apa Di?"
"Manajemen," jawab Andi singkat sambil berjabat tangan formal sekali.
"Semester berapa kamu Di?"
"Baru semester dua kok Tante."
"Oh ya ini Sakti, dia yang membantu Tante urusan kantor di S," jawabnya menutup-nutupi yang sebenarnya, dan aku mendukung apa yang dikatakannya.
"OK deh Tante, karena sudah ada Mas Sakti, Andi permisi dulu, besok keretanya jam berapa sih, biar Andi antar sama mama sekalian," tawaran Andi dijawab singkat Mbak Ratna.
"Ah, nanti aku telepon Mbak Ning deh, sekalian besok minta dijemput main ke rumahmu, salam buat mama dan papa ya, sampai ketemu besok."

Jam menunjukkan pukul setengah tujuh malam,
"Sampai dimana tadi Sakti... oh ya, selamat berjumpa deh dengan Mbak Ratna? Bagaimana menurut Dik Sakti? Mbak Ratna gemuk ya? Hayoo jujur saja, nggak perlu bohong?"
"Iya, untuk ukuran Mbak Ratna memang tergolong gemuk, tapi nggak apa kok, lagian kami sudah akrab kan setengah tahun ini," aku mencoba mencairkan suasana.
Mbak Ratna menyulut sebatang rokok Mild dan menawariku,
"Terima kasih, aku lebih suka Dji Sam Soe Filter," sambil ikut merokok kepunyaanku sendiri.
"OK, sengaja aku tidak cerita fisik Tante, takut kalau Dik Sakti nggak mau ketemu."
"Ah Mbak Ratna salah mengira aku, aku tidak melihat wanita dari fisiknya kok, gemuk, kurus, cantik atau tidak, China atau Pribumi, pendek atau tinggi, yang penting permainannya"
Tiba-tiba aku langsung nyerocos.
"Lagi pula, aku juga tidak tampan dan bertubuh atletik kan? aku hanya laki-laki biasa yang beruntung bisa menemani beberapa wanita yang maaf lho Tante... seperti... Mbak Ratna ini."

Tiba-tiba, belum selesai rokok satu batang, Mbak Ratna langsung merangkulku dan melumat bibirku. Didekapnya tubuhku, dan terasa sesak nafasku karena tubuhnya yang gemuk langsung menindihku di tempat tidur. "Dik Sakti, sudah sembilan bulan ini Mbak Ratna belum merasakan sentuhan laki-laki, tolong Mbak Ratna ya... oohhkkk," suaranya yang berat dan serak memecahkan kesadaranku untuk ikut melayani permainannya. Bayangan tubuhnya yang gemuk sudah hilang dari pikiranku, karena untuk pertama kali ini, aku menemui wanita yang berani langsung tanpa pemanasan. Dan ciumannya aku akui sangat panas (mungkin karena sembilan bulan puasa). Belum selesai permainan pertama, Mbak Ratna sudah mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu. Dan hebatnya, sambil melepas pakaian, tangannya yang satu tidak berhenti meraba kemaluanku yang masih rapat tertutup celana. Aku sudah tegang sejak ia mempermaikan kemaluanku.
"Ookkhhhh, Sakti, tunjukkan dong sama Mbak, kemaluan kamu, sudah tegang tuh... okkkhh yeesss,"

Tidak sampai satu menit, kami berdua sudah polos. Tubuh yang gemuk itu, berukuran payudara sedang-sedang saja, tetapi rambut kemaluannya jelas terawat sekali, panjang, lebat tetapi lurus, dan sudah basah karena terangsang. Batang kemaluanku langsung saja dituntun ke mulutnya, dan hisapannya... "Aaauu, pelan-pelan Mbak, sakiiit!" rupanya Mbak Ratna terlalu terburu-buru. Kubimbing dia untuk bermain pelan-pelan. "Terus Mbak! yaaa, teerrusss, ohh, pelan Mbak, ohh terus, nah begitu," sambil mukanya maju-mundur, burungku terus dijilati seperti es krim. Tidak perlu lama-lama menunggu, aku mulai ikut mempermainkan bibir kemaluannya.

Karena sudah basah, aku tidak perlu kerja keras untuk mengajaknya memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya. Dan rupanya Mbak Ratna masih ingin mengulum batang kemaluanku, walaupun sudah amat sangat keras dan tegang, apa boleh buat, aku hanya bisa menunggu giliran untuk menusuk lubang kemaluan yang sudah sangat basah itu.

"Ohhk my God, Mmmbakk," suaraku bergetar, karena sudah ingin memuntahkan sperma. Sepuluh menit hanya mengulum saja, segera kupercepat gerakan, dan agak tersedak Mbak Ratna semakin liar menghisap kemaluanku. Dan aku mengeluarkan sperma di mulut Mbak Ratna, tidak banyak, tapi cukup untuk memuaskan nafsuku yang pertama. Aku klimaks hanya dengan oral seks saja, dan Mbak Ratna masih mengulum habis sekalian membersihkan sisa sperma di kemaluanku. Dan lima menit kemudian, burungku sudah mulai bereaksi kembali. Kali ini Mbak Ratna semakin bernafsu, dan belum tegang benar, aku sudah dikangkanginya, posisiku di bawah, dan Mbak Ratna di atasku. Wah, aku hampir sulit bernafas, sepertinya (sialan) kali ini aku benar-benar habis dikuasai permainan Mbak Ratna.

Dengan dibimbing tangan kiri Mbak Ratna, burungku digenggam dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Mmhh... hangat terasa dan diikuti suara gesekan kemaluan dan dinding kemaluan sebelah dalam. Mbak Ratna mulai bergerak naik-turun, dan aku pasif saja menyaksikan apa yang sedang dikerjakan. "Oh ya... ohhkk yaaa, uuuchhh," Mbak Ratna sangat aktif sekali, gerakannya semakin tidak teratur, kini mulai bergerak maju-mundur, dan kadang-kadang menghentak, dan setengah melompat, seolah-olah ingin menancapkan burungku dalam-dalam ke lubang kemaluannya yang sudah sangat licin. "Dik Sakti adduhhh, gimana ini, oohhh ssshitt, aauuwww, ohhkk," entah teriakan apa lagi yang kudengar, Mbak Ratna semakin buas memainkan pinggulnya, tetapi sangat berirama dengan keluar-masuknya batang kemaluanku ke lubang kemaluan Mbak Ratna.

Tiba-tiba Mbak Ratna berputar membelakangiku dengan posisi masih di atas, dan batang kemaluanku tertancap di lubang kemaluannya, Mbak Ratna bertumpu dengan kedua kakinya dengan posisi jongkok kembali menaik-turunkan tubuhnya, ohhhkkk, sangat aktif sekali. Kini aku hanya melihat bagian pantatnya saja, sambil sesekali melihat gerakan kemaluanku yang sudah basah dilumuri cairan dinding kemaluan Mbak Ratna tampak keluar-masuk di lubang yang nikmat sekali. "Oocchh, please... huuhhh... hhuhhh... ooohh ohhhh," gerakannya makin cepat, dan kini jelas sangat tidak beraturan. Kasur seperti bergerak dihantam gelombang oleh permainan Mbak Ratna sedang aku hanya rebahan menikmati permainannya. Dan tiba-tiba, dia memperlambat gerakannya dengan hujaman ke bawah yang sangat keras, dengan demikian burungku menusuk sangat dalam ke mulut kemaluannya. "Aauuhh," sedikit sakit karena dipaksa.

Semakin lambat gerakan Mbak Ratna, tetapi suaranya makin kencang (semoga tidak terdengar sampai keluar). "Yeess... yesss.. yeess... uuhhh, aakkhh, aakhhh, oohhh, oh.. oh.. oh.. ohh.. yees, ouucchh.. oouucch, please, pleease... pleeeassee, aaoucchh, shhitt!" Hening, dalam sekali batang kemaluanku menusuk ke lubang kemaluan Mbak Ratna, dan dibiarkan tetap di dalam, sementara Mbak Ratna menggeliat, seolah ada gerakan otomatis di dinding kemaluannya yang mengurut-urut batang kemaluanku dengan gerakan menjepit dan melebar, menjepit kembali dan tiba-tiba hangat terasa, seperti ada cairan tambahan.

Ya, aku sampai pada puncak klimaksku, ketika dalam diam tersebut, ada gerakan otomatis dari dinding kemaluan Mbak Ratna, seolah-olah meremas kemaluanku dengan sangat teratur dan diselingi desiran cairan kental yang membuat licin, sehingga batang kemaluanku terasa berdenyut-denyut dipompa oleh dinding kemaluan Mbak Ratna. Dan kejadian yang singkat ini berlangsung kurang dari setengah jam, adalah permainanku yang terakhir di kota S. Sekarang aku sudah di J, sekota dengan Mbak Ratna. Tetapi sejak di kota J ini, justru aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mbak Ratna. Sejak kejadian yang pertama dengan Mbak Ratna, kami masih sempat bercinta 3 kali di kemudian hari, dan seperti permainan kami yang pertama, aku hanya diam saja menyaksikan permainan Mbak Ratna yang agresif dan kutunggu sesuatu yang istimewa, gerakan dinding kemaluannya, yang belum pernah kutemui dengan wanita yang lain.

Jadilah Wanita Nakal untuk Dia, Malam Ini!

Selasa, 05 April 2011 |

Setiap pria diam-diam mendambakan aksi liar pasangannya. Di ranjang, Anda tak perlu malu menjadi wanita nakal untuknya.

Wanita nakal punya nilai buruk di mata banyak orang oleh karena perilakunya, mungkin Anda salah satunya. Tapi dalam urusan ranjang, Anda tak usah bersikap antipati dengan mereka. Anda bisa mencontoh gerak-geriknya memuaskan birahi pria, yang tak lain pasangan Anda.

"Pria senang ketika wanita menjadi tak terkendali, mendorong batas-batas nilai mereka sendiri, melanggar aturan, dan meminta apa yang mereka inginkan," kata Barbara Keesling PhD dan penulis The Good Girl’s Guide to Bad Girl Sex.

Berikut tip dan trik yang siap menjadikan Anda wanita nakal untuknya di ranjang, seperti diulas Cosmopolitan.

Jadi bosnya malam ini
Seorang wanita nakal nan seksi tahu bagaimana memanfaatkan kekuatannya untuk memuaskan birahi pria. Minta ia untuk berbaring telentang, lalu gunakan borgol, scarf, atau dasi untuk mengikat kedua tangannya sehingga ia tidak bisa menyentuh Anda. Kalau tidak ingin menggunakan atribut apapun, Anda bisa memegang kedua tangannya di atas kepalanya.

Berikutnya, "Anda bermain-main dengan menggodanya. Perlahan-lahan ciumi tubuhnya, dan saat sampai di panggulnya, kembali serangan ciuman Anda di telinga dan lehernya," kata pakar seks Candida Royalle sekaligus penulis How to Tell a Naked Man What to Do.

Ketika Anda berhasil menggodanya, minta dia untuk mengatakan mengapa ia ingin Anda jadi wanita nakal untuknya. Katakan, ia tidak akan dibiarkan lepas sampai berhasil meyakinkan Anda.

Setelah dia memberikan alasan, lepaskan tangannya, berguling ke punggungnya, lalu izinkan dia untuk mengambil alih permainan. Anda telah menantang egonya, maka bersiaplah menikmati pengalaman seks menyenangkan.

Kenakan kostum nakal
Untuk menyuntikkan kenakalan lebih banyak pada sesi seks, kadang-kadang Anda harus mengeluarkan sisi lain diri Anda, yang lebih nakal dan menggoda.

"Salah satu cara wanita dapat benar-benar memamerkan seksualitasnya adalah dengan bermain di sisi yang berbeda dari kepribadian erotisnya," jelas Jamye Waxman, yang juga penulis Getting Off.

Kenakanlah satu set pakaian katun putih atau lingerie pink pucat. Atau Anda bisa mengikat rambut menjadi ekor kuda sambil mengenakan rok mini kotak-kotak dan kemeja yang diikat di bagian pusar ala anak sekolah.

Untuk menjadi wanita penggoda sempurna, kenakan lingerie berbahan tipis berenda warna merah atau hitam, dan jangan lupa tambahkan lipstik merah.

"Busana yang pas tidak hanya membantu Anda merasa seksi di momen seks saat itu, tapi juga merangsang visual dan memberinya inspirasi," tambah Waxman.

Dan sebagai seorang penggoda, bisikkan cara dan titik-titik di mana Anda ingin ia menyentuhnya.

Belajar bicara kotor
Erangan dan desahan (oh! oh!) mudah diucapkan. Ini adalah dialog kotor yang benar-benar menempatkan Anda berdua pada sesi seks nakal.

"Bicara kotor menambah pengalaman seks, membuat Anda berdua tetap terhubung secara emosional, dan membuat Anda lebih bergairah," kata Royalle. "Plus, pria benar-benar senang diberitahu apa yang harus dilakukannya di ranjang karena itu membantunya bisa melakukan setiap serangan dengan benar," tambahnya.

Cobalah sebaris kalimat, seperti "Kamu begitu/Kamu membuatku begitu …..(kata sifat)"; "Aku suka saat kamu menjilati leher saya”, dan sebagainya. Kemudian, beri dia penghargaan atas keberhasilannya, dengan mengatakan, "Oooh, hampir sampai..."(ftr)

Sumber: okezone.com

Rahasia Gadis Malam

Kamis, 31 Maret 2011 |

Dia tampak begitu anggun dengan kemeja biru muda dan celana panjang hitamnya pagi ini. Mataku tak pernah lepas memandang wajah sumringah gadis asli Yogyakarta yang saat ini kuliah satu kampus denganku. Tepatnya dia adalah adik tingkatku. Sejak awal dia masuk kuliah, aku sudah tertarik padanya. Entah kenapa, gadis itu merebut perhatianku dengan sikapnya yang lebih sering diam daripada bicara pada orang lain.

Wini Adiarti. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Wini. Nama itu pun kuketahui dari teman-temanku sebelum dia mau menerima uluran tanganku saat kuajak berkenalan. Dingin, sedikit aneh, namun penuh daya tarik, itulah pandanganku tentangnya diawal perkenalan. Dapat kurasakan ada sejuta misteri tersimpan dalam diri gadis itu. Dan saat ini, aku telah sedikit menemukan jawabannya.

***

“Wini tidak seperti gadis pada umumnya. Dia bukan gadis baik-baik. Lebih baik kau pikirkan lagi sebelum terlanjur jauh berhubungan dengannya."

Anto, teman dekatku di kampus, lagi-lagi mengatakan hal yang sama untuk kesekian kalinya. Ini sudah ketiga kalinya ia bicara begitu tentang Wini. Ya. Sejak kukatakan kalau aku jatuh cinta pada Win.

“Itu kan baru omongan anak-anak, To. Kita sendiri nggak tahu kebenarannya."

"Matamu benar-benar tertutup sama yang namanya cinta."

Aku mengangkat bahu sambil menyeringai ke arah Anto. Dia cuma mendesah kesal melihat sikapku. Ngotot! Itu istilah Anto untukku.

"Apa kamu sudah membuktikannya sendiri, To?"

"Ha? Maksudmu?"

"Ya....apa kamu pernah lihat sendiri Wini melakukan pekerjaan itu?"

"Belum sih. Tapi Fendy, playboy kelas kakap itu katanya pernah merasakannya langsung."

"Ah! Merasakan apa?"

"Tingkah liar Wini." Anto diam sejenak. "Fendy kan pernah pacaran sama dia. Kalau mau tahu persis, tanya aja sama Fendy."

"Tapi kalau cuma gara-gara Fendy, ya nggak bisa jadi bukti untuk memvonis Wini melakukan pekerjaan itu kan?"

"Eh, mas, anak-anak sudah tahu semua soal pekerjaan Wini. Atau kau langsung saja cari tahu dari Wininya sendiri."

" Gila kamu!"

Kutinggalkan Anto untuk masuk kuliah. Kulihat ia masih cengar-cengir nggak karuan.

****

Di ruang kuliah pikiranku melayang pada Wini. Berjuta pertanyaan menyesaki pikiranku siang ini. Kadang aku merasa risih juga kalau mengingat pekerjaan Wini seperti apa yang dikatakan anak-anak di kampus. Serendah itukah Wini? Menjadi seorang wanita penghibur yang keluar tiap malam untuk melayani para lelaki hidung belang dan bertangan nakal. Jika memang benar, apa alasan Wini hingga mau melakukan pekerjaan haram itu. Aku tak habis pikir. Memuakkan. Mengapa gadis yang kucintai harus menjadi seorang wanita tuna susila. Menyedihkan. Tapi itu belum tentu benar.

Hatiku mencoba mencari keyakinan positif tentang Wini. Kulihat selama ini Wini adalah sosok gadis yang ramah, baik hati, walau sedikit tertutup mengenai kehidupannya. Sesaat terdorong juga diriku untuk mencari informasi dari Fendy.

****

"Hahahaha...gadis itu? Memang bener, Gung. Wini bukan gadis baik-baik. Dalam diamnya tersimpan sebuah keliaran yang mengimpikan sejumlah materi."

"Materi?" Aku tak mengerti arah pembicaraan Fendy.

"Iya. Gadis itu cuma ngejar uang. Dia memberikan tubuhnya demi uang."

Badanku gemetar mendengar kata-kata Fendy barusan. Jadi benar...

"Bagaimana kamu bisa tahu, Fen?"

Aku harus tahu semua. Aku harus tahu ada rahasia apa pada diri gadis yang kucintai itu. Saat ini aku merasa menjadi orang bodoh yang tak tahu apa-apa.

"Waktu aku ajak Wini ke pantai, dia mau saja. Di sana, di dalam mobilku, aku mulai menyentuhnya."

"Terus?"

"Aku cium dia. Pipinya, bibirnya. Aku nggak nyangka Wini bersikap biasa saja saat itu. Seolah dia telah berpengalaman lebih dari aku."

"Hem..." Aku cuma bisa menggumam.

"Lalu aku buka baju dan kutangnya. Kuremas payudaranya. Gila! Gadis itu seperti sengaja menyodorkan tubuhnya untukku. Terakhir, dia malah minta bayaran padaku."

Aku tak tahan lagi mendengar semua ini. Menjijikkan! Gadis murahan!
Makiku dalam hati. Kutahan Fendy meneruskan ceritanya. Bagiku semua sudah
cukup. Sekarang aku hanya ingin menyendiri. Sendiri!

****

Hari-hari berlalu seperti biasanya. Tapi hubunganku dengan Wini malah semakin dekat. Kami sering ngobrol berdua baik di dalam ataupun luar kampus. Kusadari kalau teman-temanku kurang suka dengan sikapku ini.

Namun jujur aku sendiri tak bisa menghilangkan rasa rindu dan cintaku pada Wini setiap hari. Seperti sore ini di kos Wini. Ironisnya kulihat Wini juga menunjukkan sikap jatuh cinta padaku. Walaupun setelah sekian lama kami begitu dekat, aku tetap tak berhasil membuat gadis itu terbuka padaku mengenai kehidupan pribadinya.

Malam ini, aku merasa sangat pusing dengan perasaanku sendiri. Aku tak sanggup menahan rasa cintaku pada Wini. Harus kuungkapkan malam ini juga! Batinku memaksaku melangkahkan kaki keluar menuju kos Wini.

Sesampai di kos Wini, aku tak menjumpai gadis itu.

"Keluar, mas. Dari jam 8 tadi." Kata seorang teman kos Wini yang membukakan pintu.

Aku segera berangsur pergi tanpa pikir panjang lagi. Akhirnya dua roda motorku melaju sepanjang jalan-jalan kota Yogya tanpa ada arah tujuan yang pasti.

Di sebuah jalan sepi di pinggir kota, kulihat Wini sedang berdua dengan seorang lelaki yang mungkin lebih cocok disebut pamannya. Mereka keluar dari sebuah mobil sedan putih dan kulihat Wini berdiri bersandar pada mobil itu. Lelaki itu mendekatinya dan memeluk erat tubuh Wini tanpa ragu-ragu. Serentak wajah sumringah milik Wini terhujani ciuman penuh nafsu dari lelaki itu.

Aku mau muntah melihatnya. Darahku memanas naik ke sekujur tubuhku. Nafasku mengalir tak beraturan. Apa-apaan ini? Aku benar-benar tak ingin mempercayainya.

Tak lama kemudian mereka berjalan masuk ke rumah kecil yang tak berada jauh dari tempat lelaki itu memarkirkan mobilnya. Tangan lelaki itu melingkari pinggul Wini dengan mesra sambil sesekali mencumbui Wini yang tampaknya sangat lihai meladeni lelaki itu. Lalu mereka berdua hilang dari pandanganku. Aku tak berani mendekati rumah itu. Aku tak berani membayangkan apa yang akan mereka lakukan di dalam rumah itu. Atau aku tak ingin mengakui semua yang telah kulihat ini? Entahlah. Lebih baik aku pulang.

Kendaraanku melaju kencang menabrak hembusan angin malam yang terasa sangat dingin menusuk tulang rusukku. Sepanjang jalan pikiranku teringat pada sosok gadis pendiam yang selama ini membangun taman bunga cinta di hatiku.

* * * *
Ini adalah hari ke empat sejak aku melihat kejadian di jalan sepi itu. Aku jarang menemui Wini lagi. Tapi sore ini aku sudah berada duduk di kursi ruang tamu rumah kos gadis itu. Kurasa aku harus menanyakan semuanya pada Wini. Hari ini gadis itu harus membuka semua dengan jujur di hadapanku. Aku tak perduli hal-hal lain selain kejelasan mengenai diri Wini.

"Jadi kamu sudah tahu semuanya?"

Suara Wini tampak bergetar takut saat mendengar ceritaku yang melihatnya berdua dengan lelaki bermobil sedan itu."

"Ya! Dan aku ingin tahu ada hubungan apa kamu dengan laki-laki itu?"

"Aku tak bisa menjawabnya."

"Tapi kamu tetap harus menjelaskannya padaku saat ini juga."

"Bukankah kamu sudah dengar dari semua yang dikatakan anak-anak kampus selama ini tentangku?"

"Aku mau dengar dari mulutmu sendiri, Win."

Gadis itu hanya diam dan diam sambil menundukkan kepalanya.

"Win, apa kamu tidak tahu kalau aku mencintaimu? Aku ingin tahu tentangmu tanpa ada rahasia apapun di antara kita."

"Maafkan aku."

"Win, apa kamu juga punya perasaan yang sama terhadapku?"

Wini menganggukkan kepalanya. "Ya, aku pun mencintaimu." Suaranya terasa gamang menjawab pertanyaanku.

Ada sedikit rasa bahagia di hatiku mendengar jawabannya.

"Baiklah. Lalu siapa laki-laki itu, Win? Apa semua yang dikatakan anak-anak kampus itu benar? Apa kamu memang seorang wanita...." Aku tak ingin meneruskan kata-kataku. Sungguh menyebut kata-kata itu pun aku sudah merasa risih.

"Iya. Semua itu benar. Aku memang wanita penghibur."

Aku kaget setengah mati. Wini, gadis muda belia yang cantik dan baik hati, yang selama ini memenuhi mimpi-mimpi malamku, ternyata memang benar melakukan pekerjaan haram dan murahan itu. Mendadak rasa cintaku luntur terkikis sedikit demi sedikit dalam kalbuku. Aku kecewa. Sangat kecewa.

"Kenapa kamu sampai melakukan pekerjaan itu, Win?" Aku tak tahu kenapa aku bertanya hal ini pada Win.

"Aku terpaksa. Aku butuh uang untuk membayar biaya kuliahku. Juga menanggung biaya hidup keluargaku di desa."

Masih banyak lagi yang dikatakan oleh Win. Tapi aku tak begitu memperhatikan. Aku tahu ia punya alasan yang cukup masuk akal. Meskipun itu alasan klasik. Aku lebih merasa bingung melihat tubuh Win yang semakin bergetar kencang di depanku. Tampak sekali kalau gadis itu begitu rapuh dan tak kuat menghadapi sikapku. Seolah ia merasa sangat bersalah padaku. Sedang aku sendiri tak tahu harus berbuat apa.

Memeluknya? Bahkan jiwaku seperti melarangku untuk menyentuh gadis itu. Aku pusing. Sebersit rasa sedih dan bersalah menggayuti batinku. Begitu teganya aku
menghakimi seorang gadis belia yang telah mempunyai kesulitan hidup yang begitu rupa. Yang sebenarnya ia juga ingin mempunyai kehidupan normal seperti gadis-gadis lainnya. Betapa jahatnya aku. Ini sangat tidak adil bagi Wini.

"Lebih baik aku pulang."

Akhirnya aku memecah keheningan kami berdua. Hari sudah makin malam. Aku ingin segera sampai di kosku.

"Agung, aku sungguh mencintaimu." Wini berkata dengan pelan sekali sebelum aku meninggalkan teras rumahnya.

"Maafkan aku, Win."

Tak ada lagi yang bisa aku lakukan di sini. Aku harus menenangkan pikiran dan perasaanku sendiri.

****

Sudah hampir sebulan aku tak bertemu dengan Wini di kampus. Aku pun tak pernah lagi mencoba menemuinya di kosnya. Aku sudah terlanjur kecewa. Aku tak bisa menerima pekerjaan yang dilakukannya selama ini. Teman-temanku di kampus pun tak ada yang tahu tentang keberadaan Wini. Wini seolah tenggelam di kampus kami. Berita dan omongan-omongan miring tentangnya pun tak terdengar lagi. Sepi.

Sampai suatu hari salah satu surat kabar memberitakan tentang kematian seorang wanita tuna susila yang terbunuh secara mengenaskan. Bulu kudukku meremang saat kubaca jati diri wanita yang meninggal itu. Inisial WA, berusia 22 tahun. Seluruh tubuhku lemas seketika. Setelah kutanyakan pada pihak berwajib mengenai tanda pengenal wanita itu, yakinlah aku bahwa gadis itu adalah Wini. Aku hanya terdiam menatap berita di koran itu. Kenapa bisa jadi begini,Win?

Esok harinya, ada seorang teman kos Wini yang datang menemuiku. Ia membawa sebuah surat yang katanya dititipkan Wini seminggu sebelum kejadian pembunuhan itu. Aku sedikit ragu menerima surat itu.

Kubaca isi lembaran surat dari Wini dengan perlahan. Semakin aku merasa bersalah pada gadis itu. Ingin aku meminta maaf padanya atas apa yang telah aku lakukan sebulan lalu. Saat aku menghakiminya dengan begitu menyakitkan. Sementara aku tak punya hak apa-apa untuk memintanya menjelaskan semua kehidupan pribadinya.

"Agung, aku bahagia bisa dekat denganmu. Dan aku senang kau tidak begitu saja mempercayai omongan teman-teman tentang aku. Aku percaya kalau kau benar-benar mencintaiku. Maafkan aku, Gung. Karena selama ini aku tidak terbuka padamu. Tapi terakhir aku bicara padamu, membuka semua aib diriku, kulakukan semata karena cintaku padamu. Jujur, Gung, aku juga mencintaimu. Namun aku tak berani memintamu melanjutkan cintamu sejak kau tahu tentang pekerjaanku itu. Aku sadar, gadis sepertiku tak berhak merasakan ketulusan cintamu. Kamu terlalu baik untukku. Semoga kamu mendapatkan gadis lain yang mencintaimu dengan keanggunan yang
sesungguhnya. Aku hanyalah gadis malam. Kehadiranku di dekatmu hanya akan membuat malam-malammu berubah kelam....."

Kulipat surat dari Wini dengan hati galau. Seiring kututup kisah cinta singkatku dengannya. Terbayang lagi wajah sumringah yang selalu ditemani bibir mungil yang terkunci rapat.

Selamat jalan, gadisku. Selamat malam, gadisku.

Kujatuhkan tubuhku di kasur kamarku. Aku lelah. Kuharap malam ini aku bisa menata mimpi baru untuk menyambut pagi lagi.
0

Pekerja Seks Paling Laris di Makassar

Rabu, 30 Maret 2011 |

SIAPA pekerja seks paling laris di Makassar? Apakah yang paling cantik ataukah yang paling seksi? Suatu hari, saat terlibat dalam riset yang dilaksanakan Universitas Hasanuddin dan Unicef, saya pernah menanyakan itu pada beberapa pria hidung belang yang suka mangkal di Jalan Nusantara, kawasan prostitusi terbesar di Makassar.

Mulanya saya menganggap bahwa yang paling cantik adalah yang paling laris. Mulanya saya menganggap yang paling seksi adalah yang paling dicari. Tapi setelah mewawancarai sejumlah pria-pria tersebut, ternyata yang paling laris bukan yang paling manis, bukan pula yang paling seksi. Yang paling laris justru pekerja seks yang penampilannya biasa saja. Malah, penampilannya tidak istimewa. Beberapa di antaranya, tidak masuk kategori cantik.

Tak percaya? Saya pun demikian awalnya. “Rata-rata semua pria yang ke Jalan Nusantara tidak mau memilih yang paling cantik. Mereka pikir, pasti yang cantik banyak tamu tiap malam. Mereka lebih suka yang biasa-biasa saja, sebab yakin bahwa tamunya tidak banyak,” kata seorang teman yang tiga kali seminggu ke tempat tersebut. Masalahnya, masih kata teman, dikarenakan semua pria berpikiran sama, maka pekerja seks yang cantik-cantik justru kekurangan tamu. Sementara yang biasa-biasa saja, justru laris bak kacang goreng.

Ini agak menggelikan. Tapi ini fakta. Saya sendiri tidak terlalu percaya keterangan teman tersebut. Saya lalu melakukan triangulasi, yang dalam dunia penelitian adalah upaya untuk melakukan cek and ricek pada beberapa orang demi mendapatkan data yang lebih valid. Rata-rata para pria mengiyakan keterangan tersebut. Sehingga saya berkesimpulan bahwa di dunia malam seperti ini, nilai-nilai seperti kecantikan justru tidak menjadi satu-satunya variabel dalam menjatuhkan pilihan. Semua orang punya kriteria sendiri-sendiri yang dipengaruhi oleh preferensi kultural masing-masing. Bagaimanapun, istilah cantik bisa diinterpretasikan secara berbeda-beda bergantung pada faktor kebudayaan. Tidak ada definisi tunggal tentang cantik.

Kalaupun ada definisi yang sama tentang cantik, maka itu tetap saja tidak menjadi satu-satunya nilai yang mempengaruhi tindakan. Buktinya, yang cantik-cantik justru nganggur. Sementara yang biasa-biasa saja, bisa panen setiap malam.

Mungkin ini hanyalah kepingan kecil dari mitos-mitos dalam dunia hiburan malam. Selain mitos tentang kecantikan identik dengan banyak pakai, ada pula pria yang terjebak mitos bahwa pekerja seks yang masih muda akan lebih ”garing” sebab dianggap kurang pengalaman. Ini juga mitos. Di kalangan dunia malam, usia kadang tidak penting. Meskipun seorang pekerja seks sudah berusia agak tua, bisa saja jam terbangnya masih rendah. Sementara ada pula yang usianya masih 18 tahun, tapi setelah cek and ricek, jam terbangnya sudah bertahun-tahun.

Dalam dunia remang-remang seperti ini, para pria justru menjadi obyek yang juga gampang dibodohi. Banyak di antara mereka yang tidak mau sedikit menginvestigasi dengan siapa ia berkencan. Ia hanya berpikir, ”Saya datang, saya tembak, dan saya pulang.” Menurut hasil wawancara saya, para pria rata-rata ingin ditemani pekerja seks yang masih muda dan belum terlalu lama berkecimpung di dunia ini. Nah, dengan gampangnya para pengelola rumah hiburan memanipulasi usia karyawannya. ”Tuh, lihat yang sana. Kalau ditanya, umurnya 17 tahun. Tapi sebenarnya, dia udah 30 tahun dan punya tiga anak,” kata seorang teman sambil menunjuk seorang perempuan manis berkulit putih yang mengerling ke arahku, dalam satu kesempatan.

Saya rasa, mitos-mitos di dunia hiburan malam ini sangatlah banyak. Dan tidak mungkin untuk diurai dalam tulisan singkat ini. Mungkin pada kesempatan lain. Thanks.

Gadis Malam Itu Kekasihku Bu dan Tetta

Selasa, 29 Maret 2011 |

Angin senja dan mentari yang hampir tenggelam menemaniku susuri jalan-jalan di kota Makassar. Akhirnya aku pulang juga ke rumah. Beberapa waktu aku berpetualang. Tapi akhirnya pulang juga.
Sebenarya aku merasa malas untuk pulang ke Rumah. Meski rasa rindu terus membebani hari-hari, aku tetap merasa malas untuk pulang. Bukan karena jarak yang harus ditempuh, tapi karena aku selalu yakin, jika aku pulang, maka banyak pertanyaan menyebalkan akan  muncul
Langit bertambah gelap, motor yang kupacu dengan kecepatan sedang melewati jalanan. Bung Permai Blok A6 NO.5. Akhirnya aku sampai di rumahku. Sesampai di depan rumah, seorang lelaki yang rambutnya sebagian sudah memutih menyambutku. Pria yang kupanggi TETTA menyambutku. Nampaknya dia akan pergi ke mesjid, adzan magrib memang tengah berkumandang.
Malam pertama di rumah kulalui dengan selamat. Hanya pertanyaan biasa yang diutarakan oleh keluargaku. Tak ada pertanyaan yang menyebalkan yang harus ku jawab.
Namun, segala yang bermula baik, ternyata tak selalu berakhir baik. Keesokan harinya aku pamit. Seorang teman melangsungkan pernikahan. Aku memutuskan untuk datang. Alasanku datang sebenarnya sepele, aku ingin bertemu dengan teman SMP ku yang lain. Sudah cukup lama aku tak bertemu dengan mereka.
Baru ketika langit menghitam aku kembali di rumah. Aku kembali bersama keluargaKU. Kami berbincang-bincang, sebelum pertanyaan yang kutakutkan kembali terlontar. Kapan kamu menikah??? Pacaran dengan siapa sekarang??? Gimana dengan pacar yang kemaren, yang katanya usianya 18 tahun??? Sudah bertemu dengan orangtuanya belum???
Pertanyaan yang menyebalkan. Aku memutar otak. Bagaimana harus kujawab pertanyaan itu. Tapi otakku tak bisa diajak kompromi. Tak ada jawaban rekayasa yang bisa kuutarakan. Aku hanya diam seribu bahasa.
Ibuku melihat ke arah ku. Aku tak bisa membalas tatapannya. Sebenarnya aku ingin menjawab pertanyaan itu. Ada seorang wanita yang sekarang dekat denganku. Tapi aku tak bisa membuka identitas wanita itu. Aku tak ingin keluargaku kecewa.
Di kala mulutku diam, hatiku sebenarnya menjawab. Ada Bu, aku sedang dekat dengan seorang wanita, jawabku. Memoriku kemudian mencoba mengingat, kapan aku bertemu dengan wanita itu???
Tiga bulan yang lalu. Ya Tiga bulan yang lalu. Aku bertemu dengannya di sebuah tempat di salah Sudut kota yang kukunjungi. Tangan kanannya mengapit sebatang rokok. Kami pun mengobrol. Kemudian dia meminjam telepon genggamku. Mengirim pesan singkat kepada seseorang, dan tak lupa dia menyimpan nomornya di telepon milikku.
Save ya, nama saya rika, ujarnya mengenalkan. Waktu menunjukan jam 12 malam. Agak heran sebenarnya mengapa wanita secantik dia berada di luar rumah saat malam semakin larut. Tapi sebelum pertanyaan terlontar, dia sudah pergi.
OK Aku harus pergi. Kapan-kapan ketemu lagi ya, katanya sebelum pergi. Aku pun mengangguk. Lama tak bertemu, malam akhirnya kembali mempertemukan kami. Masih di tempat yang sama. Kami pun kembali berbincang banyak hal.
Ia mengaku datang dari daerah Batu Malang Jawa Timur. Tempat yang cukup jauh dari tempat kita mengobrol. Butuh waktu Yang cukup lama untuk sampai ke sini dari Kampung halamanya. Apa sebenarnya yang membawa wanita cantik berbaju sedikit terbuka ke tempat ini ketika malam semakin pekat??? Dan malampun jadi saksi aku jatuh cinta kepada wanita ini.
Malam itu aku berkesempatan mengantarnya. Bukan untuk pulang, melainkan ke sebuah tempat. Katanya itu tempat paling asyik menghabiskan malam. Dia kemudian minta turun di depan sebuah tempat. Aku mengenal tempat tersebut. Beberapa kali aku pernah ke tempat ini. Tempat itu selalu hingar bingar. Musik Disko dan Hip Hop Memanaskan telinga. Dan di meja-meja, tamu yang datang meminum minuman keras. Untuk berbicara kita harus mendekat, karena kerasnya musik dan suara penyanyi yang penampilannya sangat seksi.
Ia turun dari motor, kemudian mengecup pipiku dan menghilang di balik pintu masuk. Ada ragu kala itu. Tapi perlahan dapat kutepis. Aku pun rutin bertemu wanita yang kuanggap cantik itu.
Kadang kami melalui malam bersama. Kehangatan yang ditawarkannya menghanyutkanku untuk melalui malam bersama. Bibir kami bertemu. Hingga dosa pun kembali terbuat berulang-ulang.
Hingga kini aku masih berhubungan dengan dia. Hingga Ibu bertanya Kapan kamu menikah? Pacaran dengan siapa sekarang? Ingin aku menjawab jika aku sebenarnya sudah punya pacar. Rika, seorang Gadis malam yang kutemui di sudut Makassar. Yang kehangatannya mampu membuatku selalu rindu. Aku rindu saat dia melenguh Aahhh…..Aaaah2x…..di teliganku
Tapi aku tak bisa jujur. Entah sampai kapan aku merahasiakan hal ini kepada keluargaku. Jika aku sebenarnya mempunyai kekasih seorang Gadis malam. Dimana alkohol dan rokok sangat akrab dengannya. Asap sering mengepul dari bibirnya. Ahhh. Andai saja aku berani mengatakannya. Bu, pacarku seorang Gadis malam…Begh…….!!!!
Aku kemudian memilih keluar rumah. Melihat bulan dan bintang yang menghiasi malam dan kemudian membayangkan Gadis malam itu berada di sisiku menawarkan kehangatan yang selalu kurindukan.

Janda muda beranak satu

Selasa, 22 Maret 2011 |

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Potret Dunia malam ibukota

Minggu, 20 Maret 2011 |

Bidadari Jakarta - Kota metropolitan Jakarta, tidak selalu indah seperti yang ditampilkan di televisi. Beragam kondisi yang memprihatinkan, miris, nelangsa, ironis, rasa kecewa hingga mengurutkan dada, juga kerap timbul. Hal itulah yang hendak dipaparkan film Bidadari Jakarta.

Bidadari jakartaBerfokus pada kehidupan dunia malam, Bidadari Jakarta bercerita tentang tiga orang wanita Pekerja Seks Komersil alias PSK. Masing-masing memiliki cerita tersendiri.

Ulin (Poppy Bunga) adalah seorang gadis remaja yang datang ke Jakarta untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penyanyi terkenal.

Tapi Ulin tertipu pencari bakat gadungan, yang justru menjualnya pada pengusaha klub malam, hingga menjadi pelacur.

Setelah rentetan kejadian, nasib mempertemukan Ulin dengan Niza (Renny Novita), yang bekerja sebagai PSK.

Meski ia seorang sahabat yang baik, tapi ia bukanlah ibu yang baik. Putranya Ingus (Fahmi Aditya) diabaikan karena ia terlahir sebagai laki-laki.

Bukan hanya menelantarkan Ingus, Niza juga seorang pecandu narkoba. Ia bahkan rela menjual tubuhnya hanya untuk barang haram itu.

Masalah itu bahkan tersimpan rapi dari Ulin dan Rara (Ayang), sahabat senasib, yang memiliki masalah pelik lainnya.

Bertiga, mereka memang kompak. Agar terhindar dari pria hidung belang yang tidak membayarnya, mereka bergabung dengan mucikari bernama Mami Tika.

Sosok Niza ditampilkan tak lagi muda, tidak heran jika dirinya minim dilirik pria. Sayangnya, kesempatan kosong itu dimanfaatkannya untuk mengkonsumsi narkoba. Hingga nasib berkata lain. Niza over dosis. Tubuhnya dibuang dekat rumah kontrakannya dan hanya ditunggui Ingus.

Kematian Niza menimbulkan masalah baru bagi Ulin, karena ia bertemu dengan Bert (Keith Foo), seorang pialang saham yang aktif melakukan kegiatan sosial di bidang Street Violent. Saat itu, Bert langsung tertarik mengenal Ulin lebih dalam lagi.

Kesenangan Ulin hanya berjalan sesaat. Hal tragis berikutnya menimpa Rara. Sahabat Ulin satu-satunya itu positif mengidap HIV/AIDS. Parahnya, tiba-tiba saja Rara menjadi wanita penggila seks. Tujuannya hanya satu, yakni demi menularkan virus HIV pada pria-pria hidung belang.

Melihat kondisi Rara, Ulin menjadi resah. Ia khawatir, virus yang menjalar ditubuh Rara bisa saja hinggap pada dirinya.

Mampukah Ulin bangkit dari keterpurukannya? Bagaimana pula ia mengatasi dilema terhadap hubungannya dengan Bert? Saksikan kisah lengkapnya di bioskop-bioskop mulai 7 Januari 2010 besok.

Secara keseluruhan, film yang disutradarai Nanang Istiabudi ini berupaya untuk memberi informasi mengenai fakta yang ada bahkan mengedukasi masyarakat. Apalagi kisah film ini berangkat dari catatan-catatan kecil para PSK.

Tidak hanya menggambarkan kelamnya dunia pelacur, kejamnya kota Jakarta ditampilkan lewat anak-anak jalanan yang berusaha keras bertahan hidup meski banyak tekanan dari 'sang bos'.

Mereka tak hanya diminta untuk mencari uang dengan mengamen, keselamatan mereka kadang terancam dengan perilaku kelainan seks, pedophilia sekaligus homoseksual yang tercermin pada sosok preman bernama Mat Kanun.

Sisi lain bahwa PSK menyebarkan virus HIV secara sengaja, menurut Linda Rachman, selaku produser merupakan kejadian nyata.

"Pelaku saat ini menjalankan misinya di tempat-tempat hiburan malam di kawasan Jakarta Pusat, Barat dan Selatan. Bahkan seusai melayani korban, PSK tersebut kerap meninggalkan pesan seperti yang ada di salah satu adegan film," ungkap Linda dalam jumpa persnya di Jakarta, Senin (4/1).

Diharapkan dengan adanya film ini, semoga pesan yang hendak disampaikan bisa diterima masyarakat.

Satu hal yang tidak bisa diabaikan, seorang PSK dengan arahan yang tepat, tak dinyana dapat kembali ke lingkungan masyarakat menjadi wanita baik-baik dan berprestasi.

Sayangnya, alur cerita yang cukup apik tidak disertai dengan tata musik yang indah serta warna yang kurang cerah. Persoalan warna mungkin dimaksudkan untuk 'flashback' tapi lagi-lagi musik yang tidak tepat malah jadi mengganggu.

Pekerja Seks Paling Laris di Makassar

Jumat, 18 Maret 2011 |

SIAPA pekerja seks paling laris di Makassar? Apakah yang paling cantik ataukah yang paling seksi? Suatu hari, saat terlibat dalam riset yang dilaksanakan Universitas Hasanuddin dan Unicef, saya pernah menanyakan itu pada beberapa pria hidung belang yang suka mangkal di Jalan Nusantara, kawasan prostitusi terbesar di Makassar.

Mulanya saya menganggap bahwa yang paling cantik adalah yang paling laris. Mulanya saya menganggap yang paling seksi adalah yang paling dicari. Tapi setelah mewawancarai sejumlah pria-pria tersebut, ternyata yang paling laris bukan yang paling manis, bukan pula yang paling seksi. Yang paling laris justru pekerja seks yang penampilannya biasa saja. Malah, penampilannya tidak istimewa. Beberapa di antaranya, tidak masuk kategori cantik.

Tak percaya? Saya pun demikian awalnya. "Rata-rata semua pria yang ke Jalan Nusantara tidak mau memilih yang paling cantik. Mereka pikir, pasti yang cantik banyak tamu tiap malam. Mereka lebih suka yang biasa-biasa saja, sebab yakin bahwa tamunya tidak banyak," kata seorang teman yang tiga kali seminggu ke tempat tersebut. Masalahnya, masih kata teman, dikarenakan semua pria berpikiran sama, maka pekerja seks yang cantik-cantik justru kekurangan tamu. Sementara yang biasa-biasa saja, justru laris bak kacang goreng.

Ini agak menggelikan. Tapi ini fakta. Saya sendiri tidak terlalu percaya keterangan teman tersebut. Saya lalu melakukan triangulasi, yang dalam dunia penelitian adalah upaya untuk melakukan cek and ricek pada beberapa orang demi mendapatkan data yang lebih valid. Rata-rata para pria mengiyakan keterangan tersebut. Sehingga saya berkesimpulan bahwa di dunia malam seperti ini, nilai-nilai seperti kecantikan justru tidak menjadi satu-satunya variabel dalam menjatuhkan pilihan. Semua orang punya kriteria sendiri-sendiri yang dipengaruhi oleh preferensi kultural masing-masing. Bagaimanapun, istilah cantik bisa diinterpretasikan secara berbeda-beda bergantung pada faktor kebudayaan. Tidak ada definisi tunggal tentang cantik.

Kalaupun ada definisi yang sama tentang cantik, maka itu tetap saja tidak menjadi satu-satunya nilai yang mempengaruhi tindakan. Buktinya, yang cantik-cantik justru nganggur. Sementara yang biasa-biasa saja, bisa panen setiap malam.

Mungkin ini hanyalah kepingan kecil dari mitos-mitos dalam dunia hiburan malam. Selain mitos tentang kecantikan identik dengan banyak pakai, ada pula pria yang terjebak mitos bahwa pekerja seks yang masih muda akan lebih ”garing” sebab dianggap kurang pengalaman. Ini juga mitos. Di kalangan dunia malam, usia kadang tidak penting. Meskipun seorang pekerja seks sudah berusia agak tua, bisa saja jam terbangnya masih rendah. Sementara ada pula yang usianya masih 18 tahun, tapi setelah cek and ricek, jam terbangnya sudah bertahun-tahun.

Dalam dunia remang-remang seperti ini, para pria justru menjadi obyek yang juga gampang dibodohi. Banyak di antara mereka yang tidak mau sedikit menginvestigasi dengan siapa ia berkencan. Ia hanya berpikir, ”Saya datang, saya tembak, dan saya pulang.” Menurut hasil wawancara saya, para pria rata-rata ingin ditemani pekerja seks yang masih muda dan belum terlalu lama berkecimpung di dunia ini. Nah, dengan gampangnya para pengelola rumah hiburan memanipulasi usia karyawannya. ”Tuh, lihat yang sana. Kalau ditanya, umurnya 17 tahun. Tapi sebenarnya, dia udah 30 tahun dan punya tiga anak,” kata seorang teman sambil menunjuk seorang perempuan manis berkulit putih yang mengerling ke arahku, dalam satu kesempatan.

Saya rasa, mitos-mitos di dunia hiburan malam ini sangatlah banyak. Dan tidak mungkin untuk diurai dalam tulisan singkat ini. Mungkin pada kesempatan lain. Thanks.(*)

Belaian Nafsu Gadis Malam

Kamis, 17 Maret 2011 |


Dewasa
Siapa tidak kenal ratna, gadis paling seksi dan berisi di cafe de' alabama. Yang ukuran dadanya tidak kalah dengan ayu azhari..
Sosoknya periang, namun kadang juga terlihat anggun. Bulu matanya lentik, membingkai matanya yang indah bagai bola pimpong. Tapi siapa yang tak tahu senyumnya, alamak.. menggoda sekali.
Syuurr...tubuhnya selalu menebar keharuman murni green tea..membuat pikiran melayang2...hilang ingatan...hanyut dalam cengkraman tubuh yang aduhai..tanpa kata dan tanpa dosa..
Pesonanya ibarat sekuncup bunga kusuma wijaya, selalu dinanti-nanti. Walau mata telah lelah menanti mekarnya, namun hati tak mau tahu.
Lihatlah kulit mulusnya, membuat lelaki selalu ingin menyentuhnya.
Namun entahlah mengapa, tak ada seorang pun lelaki yang berani mendekatinya...
Mungkin karena masa lalunya ...
Ahh!! tapi entahlah, tidak ada yang tahu asal usulnya secara rinci, siapa ayahnya, siapa ibunya, dimana keluarganya, semuanya masih menjadi misteri bagi semua orang..
Saat ini ia sedang duduk sendirian di cafe de' alabama.
Terdiam, memandangi gelasnya yang jenjang. Memutar-mutarkan jari jemarinya di antara lengkungan gelas kristal. Lalu, dihembuskannya nafasnya yang panjang ke luar dari bibirnya yang tipis.
Matanya dengan lembut menyapu seluruh sudut ruang cafe de' alabama, mengintai mangsa dari sudut cafe.
Tiba-tiba saja hatinya tersentak, "gila, aku kan sudah berjanji pada hati kecilku sendiri untuk menghilangkan sifat jahilku yang suka mempermainkan hati laki-laki. Duh, gimana sih!!" gerutunya kesal.
Ratna tak menyadari sedari tadi ada lelaki paruh baya yang memperhatikan gerak geriknya..
Oleh lelaki itu dipandagi lekat-lekat betis jenjangnya, menaik sampai mata Ratna. Mereka berdua beradu pandang. "Tidak mungkin, apa itu Galih?" tanya Ratna pada hatinya.
"Galih?? Ya betul! Dia, korban terakhirku. Ya ampun, apa yang harus kulakukan sekarang ini ya? Apa aku pergi saja dari tempat ini??" tiba-tiba Ratna menggeser bangkunya dan berdiri, namun...
Ia terpeleset kulit pisang yang dibuang sembarangan oleh salah satu pengunjung cafe. ia hampir jatuh, seperti dalam adegan slow motion. dan, Galih dengan sigap menangkapnya sebelum ia jatuh. "Ga.. Galih.." kata Ratna kaget.
"Aduh..., hati-hati dong... Kamu itu, tidak pernah tidak ceroboh", bisik Galih lembut di telinga Ratna. Ratna kini berdiri berdampingan dengan Galih. Dia hanya sanggup terpaku kaku tanpa daya. Ada rasa, entahlah...
Kaki Ratna terasa begitu lemas, tak mampu berdiri rasanya. Galih masih memegangi Ratna dengan kedua tangan kekarnya.
"Maaf mas, saya ada urusan..", tampik Ratna sambil berlalu pergi. Galih hanya dapat menatapnya pergi dan semakin jauh darinya. "Ratna, hmmm... Kamu tetap cantik dan seksi... Ada apa denganmu, kenapa kamu menghindariku?!?" keluh hati Galih.
Begitu keluar kafe, Ratna dicegat oleh 3 orang lelaki bertopeng. "KYAAAAAAAAAA!!!!!!" teriak Ratna.
"Berikan keperawananmu !!!" ancam salah seorang lelaki itu . "Tidak, Berikan kesucianmua!!" kata lelaki lainnya . "berikan saja daleman muu !!! aduhh booo jadi napsu dehk eike,... " kata lelaki terakhir.
"Kalian mau apa!!!!" bentak Ratna sambil memasang kuda-kuda. "Ayo, kalau berani!!" bentaknya lagi. "Duh, dasar goblok!! Cari mampus mereka!! Belum tahu mereka siapa Ratna hehhh..." gerutu Galih yang memperhatikan dari kejauhan.
Ni rahasia ya? Jangan bilang siapa2, dulu Ratna sebelum operasi adalah seorang Lelaki Tulen!!! Pendekar Silat, maka ngadepin 3 cowok beginian mah : keciiiill!
Tiba-tiba saja, ketiga lelaki itu lari tunggang langgang entah kemana. Ratna, hanya menarik nafas lega. "Untung tidak jadi mereka menyerangku. Andai jadi, bisa kalah telak nih!!" gerutu Ratna sambil merapikan kemejanya.
Namun Ratna merasa ada yang aneh.. Sepertinya dalemannya ilang.
Setelah melihat kiri dan kanan Ratna melihat dalamannya ternyata berada ditangan Galih, rupanya terlepas saat ia terpeleset kulit pisang..
"Kenapa bisa dalaman sepatuku ada di tanganmu, mas??" tanya Ratna penuh ingin rasa tahu. "Maaf, tadi waktu kamu hendak melawan mereka, dan menyiapkan kuda-kuda, sepatumu kan sempat terlempar dan dalemannya lepas mengenai badanku", sahut Galih ramah.
Muka Ratna langsung memerah, lebih merah daripada warna dalemannya, kemudian dengan malu2 ia berkata "Mas, maukan kau memakaikan dalemanku?".
"Glekhs", Galih menelan air ludah. "Waaah, tapi ... nanti, duh,,, OKE!". Ealah, ternyata Galih mah, suka bgtz.
Galih langsung mengajak Ratna kekamar mandi terdekat, buru-buru langsung ditutupnya pintu kamar mandi tersebut, kemudian barulah dia menyadari sesuatu... "eeee... Cara masang daleman gimana yach?" oalah... ternyata Galih belum pengalaman..
Maka, dengan menyembunyikan dari Ratna, segeralah Galih menelpon diam-diam ke Momonz, teman seperjuangannya, "Monz, gimana nih cara makein daleman cewek? Gw ga tau banget nih. Dari atas atau bawah dulu nih?", bisik Galih ke HP-nya.
"Pertama lo angkat kaki kanan dulu keatas, trus masukkan kaki kiri lo ke daleman tsb, dilanjutin dgn kanan, angkat pelan2 penuh perasaan, kemudian gulung tu daleman dipinggang lo, beress kan??" terdengar suara Momonz memberi intruksi dr jarak jauh..
Galih manggut-manggut, dia segera mempraktekkan apa yang dikatakan Momonz. "Ayo Ratna sini tk pake' in" kata Galih. Galih mulai dengan mengangkat kaki kanan Ratna. Sentuhan tangan Galih membuat Ratna merem melek.Tp Naasnya KRAKKK!, dalemannya sobekkk.
ah, untung saja Ratna tidak menyadarinya... Galih masih melanjutkan perjuangannya dengan keringat dingin yang terus mengucur deras.. Pengalaman pertama makein daleman cewek seperti masang ranjau darat saja, salah sedikit bisa "meledak".
"aaah,, mas galih!!!" keluh Ratna.
dan jam dinding seakan semakin keras berdetak kedengarannya.
"ah, akhirnya selesai juga", ucap ku lega. Tak terasa sudah satu jam aku berusaha membantu Ratna memakaikan dalemannya.
Ahhh..mas Galih tolongin nih melorot lagi...." ckckckckckckckckck" gumam Galih.
Apa daya,pemandangan itu terpampang jelas. Terlihat jelas dari pandanganku,....
wawwwwww.....apa itu...
ternyata Ratna memakai daleman dengan gambar kelinci... "kok aku baru sadar sekarang ya" pikirku dalam hati.
"Kau suka ya? Aku dpt ini dari hadiah online di situs Playboy.com", rayu Ratna sambil memerkan gambar Kelinci culun itu.
"Oh... lucu2 kataku" menjawab sekenanya... sebenarnya aku tidak memperhatikan kelinci itu, melainkan kemolekan tubuh Ratna.. "damn, kelinci yang beruntung" pikir ku dalam hati.
Seandainya aku jadi kelinci itu.... Galih membayangkannya....
tiba-tiba Galih tersadar, kalo itu cuma mimpi. sekian.
Setelah terbangun dari tidurnya, ia kaget melihat Ratna ada di sampingnya tertidur pulas tanpa memakai busana.
Saking terkejutnya ia sampai jatuh dari ranjangnya... Ia bingung harus berbuat apa... apakah ia harus membangungkan Ratna atau membiarkannya saja.
Ratna pun terbangun karena mendengar suara Galih yang terjatuh dari Ranjang.
" Apaan sih ribut-ribut...aduh kok bajuku copot semua, hayo kamu yang copot ya Galih??? Ngaku hayo...
Saat itu aku benar2 bingung... tidak tau apa yang terjadi.... mendengar pertanyaan Ratna aku hanya terdiam tidak tau harus berkata apa... TIba2 Ratna kemudian tersenyum dan mendekati ku dan mencium kening ku... "Terima kasih mas" katanya lirih....
"Uuugh, terimakasih apa ini?",batinku. "Eeeeh, tentang apa Ratna???", tanyaku polos. "Terus, bagaimana kau bisa ada di ranjangku????". Aneh deh.
Ah...kamu ini kropos banget si..eits polos banget mksdx..ya itu2.. Aku tadi gak tau habis tidur sudah ada di ranjangmu. jangan2 aku jalan sendiri dalam keadaan tidur...tapi gak papa deh amal...
"eh, btw Mas Galih, baju ku dimana yach" tanya Ratna kemudian... Pertanyaan yang mengejutkan, karena jangankan bajunya, baju ku sendiri saja aku tidak tau dimana keberadaannya..
sama seperti cerita bulet-bulet merah.
ishh.

Susah ereksi dan ukuran penis anda tidak memuaskan? disini solusinya.. follow twitter @UpgradePenis -> https://twitter.com/UpgradePenis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

"Bagaimana Mengubah Modal Rp 350.000,- Menjadi Penghasilan Rutin Rp 75 Juta/Bulan dari Bisnis Sederhana di Internet?" info lengkap Klik disini!

E-book Download "Tehnik Arab-Sudan Untuk Memperbesar Penis + Menambah Ereksi KERAS & KUAT + ML Tahan Lama" klik disini untuk download atau klik webnya disini!

"Anda Dapat Bertambah Tinggi 2 cm s/d 10 cm Dalam Waktu 4 Bulan" Caranya? download ebooknya disini atau Klik disini!

Download Ebook "SOLUSI SOAL CINTA: BUATLAH WANITA JATUH CINTA KEPADA ANDA, Cara Memikat Wanita Idaman" klik disini untuk download atau klik webnya disini

Arsip Blog

Search This Blog